Chiller of Heat Exchanger

image

Heat Exchanger from HVAC. This make fr cupper and it fabrics by brazing weld, it will  used to build the ice maker. You must have 3/8, 5/8 inch cupper tube and some U bend 3/8 cupper tube and double naples conection.

Iklan

Outbond ASC

Satu minngu yang lalu aku  mengikuti outbond saat training  calon kompetitor ASC ke XI saat itu kami rombongan team ASC berangkat dari kantor Kementrian Tenaga Kerja RI untuk berkumpulnya rombongan TC ASC dri berberapa tempat kami berangkat pukul 8 pagi dari jakarta ke Bandung tempat outbond kami yaitu di Cikole, Lembang sampai disana kami ditempatkan disebuah Penginapan sperti rumah atau pondok kecil beranugrahkan tempat tidur dan kamar mandi yang sowernya bisa mengeluarkan air dingin dan air panas yang menggunakan gas LPG . Setelah istirahat sebentar setelah itu kami semua dikumpulkan untuk apel penyerahan peserta outbond ke anggota Marinir setelah itu kami dihajar habis oleh mereka guling, merayap, jalan jongkok jadi
konsumsi pokok kami selama dua hari mengikuti outbond.

image

Fisik kami dikuras habis selama menjalani latihan fisik disana dari pagi sampai jam 1 malam, kotor kotoran  Pingsan, mual, terkilir muntah kebelet mulies semuanya kami cicipi satu persatu,

image

Kami diberi waktu istirahat hanya beberapa menit makan saja harus baris rapi dan  diwaktuin biar sama dengan gaya hidup militer. Biar tidak cepat capek kami minum suplement “Garuda On”, minum Jus “Indonesia Beraksi”, dan biar gak gampang  lupa telan serebrofit “Pelatihku”. (Yel yel)

Aturan disana sangatlah ketak setiap perintah pelatih harus dijalankan dengan cepat, benar,kompak, rapi dengan perasaan semangat dan hal yang membuat kami  mendapatkan pelajaran adalah kami harus bisa berpikir dalam keadaan sesempit apapun.

Teh Kebersamaan selalu membuat segar dalam menjalani setiap hukuman yang diberikan oleh pelatih, Lirik-lirik Sair “Guoooblok, Gendeng, Gunnndulmu, Kapan saya pernah kawin sama Makmu!!!, Jangan pernah saya panggil Pak”adalah Motivasi- motivasi yang tak pernah terlupakan..

Pengaturan Superheat pada TXV Sistem Refrgeration

Tujuan Penyampaian Metode

  • Dapat menentukan Nilai Superheat pada system  Refrigeration sebagai indikator bahwa refrigerant yang masuk ke kompressor sudah berwujud Gas.

Sebuah system  Refrigeration yang menggunakan metering device jenis Thermostatic Expantion Valve adalah system yang dapat menghasilkan kapasitas pendinginan yang meneyesuaikan dengan beban kalor yang akan diserap berdasarkan suhu dan tekanan evaporasi dari refrigerant.

Konsep dasar Katup Expansi Thermostatic

TXV (Thermostatic Expanstion Valve) erdasarkadalah katup yang  bekerja berdasartkan perubahan temperatur di outlet evaporator, perubahan temperatur ini karena dipengaruhi oleh beban pendinginan, jika beban berkurang maka TXV akan memperkecil bukaan katupnya sehingga refrigerant yang mengalir ke Evaporator akan lebih sedikit, tetapi jika beban bertambah maka bukaan katup TXV akan membesar sehingga memperbanyak refrigerant yang masuk ke Evaporator.

Bukaan katuk pada TXV tergantung pada Orivice yang dipasang. Orivice mengatur maksimal pembukaan katupnya berdasarkan beban pendinginan yang akan dihasilkan semakin besar nilai orivicenya maka semakin besar maksimal pembukaan Katup Expantion. Kode Orifice dapat dilihat pada Tabel Penggunaan Kode Orifice Katup Expantion Valve.

Orifice Dengan kode 03

 

htb1twpvfvxxxxboxpxxq6xxfxxxm
Tabel Kode Orifice

 

 

Definisi Superheat

Superheat gases  atau gas panas lanjut adalah kenaikan temperatur refrigerant dari output evaporator. Evaporator akan menyerap panas kedalam sistem. Pada waktu refrigerant mendidih pada temperatur yang lebih rendah dari substansi yang didinginkan, refrigerant tersebut menyerap panas dari substansi tersebut. Evaporator akan menguapkan refrigerant dari bentuk cair ke bentuk gas. Pada akhir evaporator refrigerant sudah dalam bentuk gas sempurna. Tetapi karena gas refrigerant tersebut masih bertemperatur lebih rendah dari lingkungan sekitarnya membuat proses penyerapan kalor masih terjadi. Proses pemanasan lanjutan pada tekanan tetap setelah melampaui batas uap jenuh inilah yang disebut “superheat”.

Cara Menentukan Nilai Superheat.

Besarnya nilai superheat ini dihitung dengan cara mengurangi temperatur sebenarnya dengan temperatur saturasinya. Sedangkan temperature saturasi diperoleh dari hasil konversi tekanan dimana pembacaan temperature dilakukan.

 

Alat yang diperlukan :

  • Manifold Gauge = untuk mengukur tekanan rendah pada system dan

mengukur Suhu saturasi

  • Thermometer = untuk mengukur suhu pipa output Evaporator

 

Note: Pastikan Manifold gauge yang digunakan sesuai dengan refrigerant yang dipakai

Melakukan Pengukuran

  • Ukur tekanan suction menggunakan manifold gauge dan lihat berapa tekanannya dan suhu saturasinya.
  • Kemudian ukur suhu pipa suction menggunakan thermometer dan catat hasil pengukuranya.

Lihat gambar dibawah ini untuk melakukan pengukuran

 

MENGUKUR te DAN teVAP
Superheat Measure

Gambar 1. Pengukuran Superheat.

  1. Dari gambar tersebut didapat hasil pengukuran sebagai berikut :
  • Temperatur di pipa akhir evaporator = 9°C
  • Tekanan evaporator 70,19 psig (4.84bar) refrigerant yang dipakai R-22. Dari table konversi didapat temperatur evaporasi = 5°C

Superheat di evaporator = Temperatur pipa akhir evaporator – Temperatur evaporasi = 9°C – 5°C = 4K (nilai superheat dinyatakan dengan satuan absolute celcius yaitu Kelvin.

Letak Superheat pada diagram Molier R22

Superheat R22

  Superheat Region

 

 

  1. Pengaruh Superheat terhadap System

Kenapa kita perlu mengukur Superheat? Selain mengetahui indikasi bahwa refrigerant yang keluar dari evaporator sudah berwujud gas, Superheat juga menandakan bahwa daya pendinginan sytem refrgerantion bias kurang ataupun terlalu besar yang disebabkan oleh banyak sedikitnya Refrigerant.

Selain itu pengaruh kapasitas pendinginan juga berpengaruh terhadap kerja kompresor yang diindikasikan melalui nilai superheat tersebut. Standar nilai Superheat adalah K – 8K, jika Superheat terlalu tinggi maka Kapasitas maka itu menendakan kapasitas pendinginannya kurang kompresor terus bekerja karena suhu tidak bisa tercapai, sedangkan jika nilai superheat terlalu kecil maka refrigerant yang masuk terlalu banyak proses evaporasi tidak maksimal sehingga menyebabkan refrigerant yang masuk ke kompresor masih berwujud cair hal ini dapat menyebabkan kerusakan pada katup kompresor.

 

Pengaturan Superheat pada TXV

Untuk mengatur Superheat ha-hal yang harus diperhatikan adalah sebagai berikut:

  1. Rasio Compressi
  2. Saturasi Design Themperature
  3. Lihat Gejala pada Evaporator

NOTE:

Rasio Compressi  adalah perbedaan antara sisi tekanan tinggi dan sisi tekanan rendah pada sistem Refrigerator. kita harus mengatur rasio kompresi tekanan antara 10 sampai 15.

Saturasi Design Themperature yaitu temperature evaporasi yang dikehendaki

 

Gambar 3.Pengaturan dan Pengukuran Superheat

 

 

 

Sumber refrensi Lain :

Diagram Molier r-22

 

 

 

 

 

 

Sumber :

Hvac Forum.Superheat (Gas Panas Lanjut).web:https://teachintegration.  wordpress.com/hvac-forum/basic/evaporasi-dan-gas-panas-lanjut-superheating/

Wilbert F. Stoecker. Industrial Refrigeration Handbook